Cari Artikel

Wednesday, 28 June 2017

Berjilbab Itu Bukan Dari Hati


Berjilbab Itu Bukan Dari Hati
Tapi Dari Kepala Sampai Kaki
Ingatlah Akan Akhiratmu Wahai Kaum Muslimah...!
Lokasi Baliho: Jl. Kavling, dekat Harapan Raya, samping Lapas kelas IIA

#AyoHijrah
#MenujuPekanbaruKotaSunnah

Sebuah Baliho besar yang terpampang di sebuah sudut jalan di Kota Pekanbaru, dengan pesan yang mengarah kepada setiap muslimah.
Banyak yang tidak memahami apa arti tulisan diatas.
Seperti yang di lansir dalam sebuah akun facebook salah seorang sahabat bernama Andy Setiawan, banyak yang belum memahami arti kalimat pada iklan baliho tersebut klik disini

Penulis akan sedikit menjelaskan,
Bahwa sebenarnya adalah Dari kepala yaitu mulai dari Rambut, Leher, pundak, dada, perut, pinggul, paha, betis, hingga kaki. Inilah arti tulisan tersebut diatas sebenarnya. 
Namun ketika ada yang berkata "Jilbab itu hati dahulu" ini sebenarnya arti diluar fisik, karena hati letaknya tidak terlihat oleh mata. Sedangkan perintah berjilbab adalah yang terlihat oleh Mata. Yaitu dari Rambut yang ada di kepala hingga Kaki, dan yang boleh tampak hanyalah wajah dan telapak tangan.


وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ


“Katakanlah kepada wanita-wanita beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.......” (Qs. An-Nuur: 31)

Dan perintah berjilbab itu sendiri secara tegas di perintahkan oleh Allah Azza wa Jalla langsung,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59)

 

Aku Tidak Khawatir Akan Banyaknya Anak, Aku Yakin Karena Allah



Jangan pernah ragu untuk memulai hidup baru, yakinlah karena Allah. Barangkali Allah akan memberi yang terbaik pada pasangan hidupmu. Dan bila kamu sudah pernah memiliki, barangkali pasangan kedua hidupmu adalah yang terbaik di mata Allah.

Janganlah kita membatasi diri dari memperbanyak keturunan, sedangkan Allah mengharapkan banyaknya keturunan yang Taat dari pada yang Kafir, sedangkan kita masih diberi kemampuan oleh Allah untuk bisa hamil dan mengandung janin.
Janganlah kita memaksakan diri untuk tidak menikah dan hamil, padahal Allah berharap demikian

Menahan diri untuk tidak ingin menikah selama masa subur hamil masih Allah beri, itu sama hal nya kita melegalkan KB, program orang kafir yang berusaha mempersedikit keturunan ummat yang Shalih dan Muslim.

Allah masih memberikan kemampuan kepada kita untuk bisa mengandung lagi, maka jangan sia-sia kan perjuangan saudara kita di luar negeri sana yang terus di bantai keturunannya, dan mereka berusaha menikah di tengah kecamuknya perang melawan Zionis. Sampai usia 45 tahun pun mereka berusaha untuk hamil.
Bisa jadi suatu saat nanti anak cucu kita yang akan berjuang melawan orang-orang kafir.
Mantapkanlah dirimu untuk menikah, niatkan dalam hati karena Allah, karena ingin menolong agama Allah, karena ingin merebut syariat Allah dari kepunahan melawan kaum kafir.